Pernikahan adat Batak Toba adalah penyatuan dua orang sekaligus dua jaringan keluarga. Tahapannya menempatkan keterbukaan, musyawarah, agama, dan tanggung jawab adat sebagai satu rangkaian.
Marhori-hori dinding
Pembicaraan awal untuk memastikan niat pasangan, latar keluarga, dan kemungkinan melanjutkan proses tanpa mempermalukan salah satu pihak.
Marhusip
Keluarga membicarakan bentuk acara, tanggung jawab pihak-pihak, sinamot, dan pokok kesepakatan secara terbatas.
Marhata sinamot
Kedua keluarga mematangkan kesepakatan terbuka mengenai sinamot dan pesta. Pokoknya bukan tawar-menawar manusia, melainkan pembagian tanggung jawab secara bermartabat.
Martumpol dan pemberkatan
Pada keluarga Kristen, martumpol merupakan pernyataan niat menikah di hadapan jemaat sebelum pemberkatan. Ketentuan mengikuti gereja masing-masing.
Pesta unjuk
Pesta adat menjadi ruang sukacita keluarga besar: tanda adat, ulos, nasihat, makan bersama, dan pelaksanaan peran Dalihan Na Tolu.
Paulak une dan maningkir tangga
Sebagian keluarga melakukan kunjungan setelah pesta untuk mempererat hubungan dan memastikan pasangan memulai rumah tangga dengan baik.
Tahapan dapat disederhanakan, tetapi persetujuan calon pengantin, penghormatan, dan kemampuan keluarga harus tetap menjadi dasar.
Horas! Horas! Horas!

