Nomor tarombo menunjukkan posisi generasi dalam garis leluhur yang dipakai keluarga. Kita tidak cukup menebaknya dari usia atau menyamakan nomor semua Panjaitan.
1. Mulai dari diri sendiri
Tulis nama diri, ayah, ompung laki-laki, dan teruskan sejauh diketahui. Catat kampung asal serta makam atau tugu keluarga terkait.
2. Temukan cabang keturunan
Identifikasi hubungan dengan Martibi Raja, Raja Dogor, Raja Siponot, atau Janggut ni Huting, lalu lanjutkan ke cabang lebih rinci.
3. Cocokkan dengan saudara satu garis
Wawancarai amangtua, uda, namboru, dan tetua. Bandingkan nama, urutan saudara, huta, serta pasangan.
4. Tetapkan titik hitung yang sama
Perbedaan nomor sering muncul karena titik awal berbeda. Tuliskan apakah hitungan dimulai dari Si Raja Batak, Raja Panjaitan, atau leluhur cabang.
5. Verifikasi sebelum dipublikasikan
Jangan memuat data pribadi orang hidup tanpa izin. Tandai bagian yang belum pasti dan simpan sumber setiap koreksi.
Format catatan
Nama → Ayah → Ompung → Ompung buyut → cabang → huta asal → sumber.
Tarombo yang baik bukan yang paling panjang, melainkan yang sumbernya jelas dan terbuka untuk dikoreksi.
Horas! Horas! Horas!

